Cara Memilih Oli Motor yang Benar, Perhatikan 2 Hal Ini

Beberapa peran penting oli bagi motor di antaranya untuk mengoptimalkan kinerja mesin serta berguna untuk mengurangi gesekan, lalu sebagai pendingin, dan mengendalikan kotoran dalam mesin.

Oleh karena itu, oli motor harus diganti secara rutin. Bagi yang belum mengetahuinya, berikut cara memilih oli motor untuk menjaga kualitas dan memperpanjang umur mesin motor.

Mengetahui Jenis Oli Motor Berdasarkan Bahan Pembuatannya

Mungkin banyak sebagian dari Anda yang sampai saat ini masih bingung untuk memilih oli motor yang tepat. Sebelum mengetahui cara memilih oli, pertama-tama yang wajib Anda ketahui yakni memahami jenis oli motor berdasarkan bahan pembuatannya.

Oli memiliki beragam jenis yang didasarkan pada bahan pembuatannya. Jenis-jenis oli dapat dibedakan menjadi oli mineral, oli sintetis, dan oli semi sintetis.

Oli mineral terbuat dari minyak bumi dan diproses melalui penyulingan mineral. Oli jenis ini biasanya akan tahan lebih tahan terhadap penguapan. Meski begitu, tingkat kekentalan oli mineral bakal berubah disebabkan jenis oli tersebut tidak tahan terhadap cuaca ekstrem dan juga suhu tinggi.

Kemudian terdapat pula oli sintetis yang bahan pembuatannya menggunakan minyak bumi yang sudah diolah kembali sehingga
kekentalan menjadi lebih stabil. Jenis oli sintetis biasanya lebih mudah menguap tapi lebih tahan saat dihadapkan pada kondisi yang ekstrim.

Kemudian ada juga oli yang terbuat dari perpaduan antara oli mineral dan sintetis, yang disebut oli semi sintetis. Jenis oli tersebut akan lebih cocok saat digunakan untuk motor keluaran terbaru yang memiliki performa tinggi atau juga bisa digunakan untuk motor sport.

Cara Memilih Oli Motor

1. Cara memilih oli motor berdasarkan kekentalannya

Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian bagi Anda untuk memilih jenis oli motor. Dimulai dari tingkat keenceran oli motor itu sendiri, kerja mesin, hingga jenis motor Anda.

Pada dasarnya, cara memilih oli motor idealnya harus disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan kendaraan bermotor. Seperti yang sudah disinggung, salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam memilih oli adalah tingkat keencerannya.

Bagi yang belum mengetahui, kode keenceran pada oli biasanya diawali dengan kata SAE. SAE merupakan skala tingkat keenceran yang dirancang oleh The Society of Automotive Engineering (SAE), lalu diikuti dengan angka.

Oli dengan kode SAE 15W-50 yang tertulis pada kemasannya berarti tingkat keenceran oli motor mencapai angka 50. Anda juga masih dapat menggunakannya pada kondisi suhu hingga minus 15 derajat celcius. Itu berarti semakin kecil angka di depan huruf W (winter), tingkat keencerannya pun semakin tinggi.

Untuk memilih tingkat keenceran oli, Anda sebaiknya menyesuaikan dengan lingkungan tempat Anda tinggal dan menggunakan motor. Jika Anda lebih sering menggunakan motor di dataran tinggi dengan suhu dingin maka Anda bisa gunakan oli dengan tingkat keenceran yang tinggi seperti SAE 10W-30 hingga SAE 15W-50.

Lalu sebaliknya, jika penggunaan motor lebih banyak di daerah bersuhu panas maka Anda bisa menggunakan oli dengan tingkat keenceran rendah seperti oli dengan label SAE 15W-40 sampai SAE 20W-40.

Untuk motor yang sudah berusia lima tahun ke atas atau jarak tempuhnya lebih dari 100.000 km, maka gunakanlah oli yang memiliki tingkat keenceran tinggi.

Lalu terakhir jika kerja mesin motor lebih berat maka Anda bisa menggunakan oli dengan API tinggi.

2. Perhatikan nilai API pada oli

Selanjutnya, faktor kedua yang mesti Anda perhatikan ketika memilih oli motor ialah nilai API. Kode API merupakan petunjuk spesifikasi oli yang ditetapkan oleh American Petroleum Institute. Selain itu, nilai API juga digunakan untuk mengukur kemampuan oli untuk menahan gesekan komponen mesin.

Sebagai informasi, setiap mesin berbahan bakar bensin dan diesel mempunyai kode API yang berbeda satu sama lain. Pada umumnya, mesin yang menggunakan bensin memiliki API yang dimulai dengan huruf S. Selanjutnya, Anda bisa memperhatikan huruf yang mengikuti kode S pada nilai API.

Ada beberapa jenis kode API yang terdapat pada oli motor. Beberapa kode API tersebut di antaranya adalah SA, SB, SC, SD, dan SE. Sebagai catatan, semakin tinggi huruf abjad yang mengikuti kode S, maka akan makin tinggi pula kemampuan oli menahan gesekan komponen mesin.

Jika Anda menggunakan motor untuk aktivitas sehari-hari, Anda cukup menggunakan oli dengan kode API SA hingga SE.

Sementara aktivitas padat akan membuat motor Anda harus bekerja lebih keras. Seperti ketika motor Anda digunakan untuk mudik atau membawa beban berat di atas 110 kg. Bagi motor yang harus menjalani aktivitas mesin yang berat, maka bisa menggunakan oli dengan kode API bertanda abjad besar.

Similar Posts:

Related Post