Gas Pengisi Ban

Ban yakni komponen penting pada kendaraan. Saja kendaraannya (kendaraan beroda empat, motor, sepeda, angkutan lazim, truk, dan sebagainya) tekanan gas (angin) dalam ban perlu dipandang supaya daya kerja (grip/tenaga cengkram) ban terhadap jalan tetap optimal dan usia pakai ban menjadi lebih panjang.

Seandainya tekanan gas di dalam ban lebih rendah dari yang direkomendasikan, karenanya bidang yang menapak dan mencengkram jalan tidak merata sehingga bidang tapaknya menjadi lebih sedikit yakni cuma pada daerah pinggir ban saja.

Seperti juga apabila tekanannya berlebihan dari yang direkomendasikan, karenanya yang menapak cuma daerah tengah ban saja. Imbas dari kekurangan dan kelebihan tekanan gas hal yang demikian yakni tapak ban akan menipis tidak merata, tidak jarang orang menyebut “botak luar, atau botak dalam”. Sebaliknya apabila tekanan gas di dalam ban diisi layak rekomendasi, karenanya bidang tapak ban yang mencengkram jalan menjadi lebih luas dan merata. Untuk keamanan berkendara akan lebih terjamin.

Ban yang habis tidak merata juga dapat disebabkan oleh kerusakan komponen lain seperti Shock Breaker (Shock Absorber), suspensi, pengereman mendadak, situasi jalan, Posisi kelurusan roda (perlu spooring), Keseimbangan roda (perlu di Balance), dan lain-lain.

Setiap-tiap-tiap ban yang terpasang pada velg perlu dibalance untuk menjaga keseimbangan ban ketika berputar.

Gas Pengisi Ban
Ban yang diisi gas (angin) bertekanan tertentu lazimnya terdiri dari 21% gas Oksigen dan 78% gas Nitrogen. Dimana campuran gas hal yang demikian didapatkan dari udara sekitar pompa gas/angin hal yang demikian, atau gas yang kita hirup sehari-hari.
Partikel gas Oksigen lebih kecil dibanding gas Nitrogen, sehingga gas Oksigen dapat tiga kali lebih cepat merembes keluar ketimbang gas Nitrogen, via celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek ataupun mekanik sekat/valve pada pentil (ventil).

Secara perlahan melainkan pasti, membuat ban kendaraan beroda empat akan berkurang tekanan gas nya dan perlu senantiasa di cek tekanannya, apabila kurang lantas tambahkan hingga layak rekomendasi pabrik kendaraan beroda empat ataupun spek ban yang dipakai. Tekanan gas yang kurang membuat berkurangnya keamanan dan kenyamanan, juga membuat BBM boros.

Udara yang bertekanan cenderung bersifat lembab, untuk yang masih memakai velg dari bahan besi dapat membantu metode kerja terjadinya karat yang tentunya merusak velg itu sendiri.

Kita direkomendasikan untuk menjalankan pengecekan tekanan ban pada situasi ban dingin, ini dikarenakan ketika ban dipakai (berkendara), suhu gas dalam ban akan meningkat (panas). Meningkatnya suhu gas hal yang demikian membuat naiknya tekanan gas dalam ban. gas Nitrogen (N2) di klaim mempunyai tekanan yang stabil terhadap perubahan suhu kerja ban, sehingga akan aman untuk kendaraan yang tidak jarang dipacu cepat (ngebut) ataupun mengangkut muatan berat.

Ikuti rekomendasi yang tertera pada panel rekomendasi tekanan ban yang lazimnya terpasang pada pilar pintu kendaraan beroda empat ataupun rangka motor apabila memakai ban standar, atau ikuti rekomendasi dari ban yang dipakai apabila spesifikasi ban hal yang demikian tidak tertulis dalam panel rekomendasi tekanan ban.

Gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban
Dikarenakan partikel gas Nitrogen (N2) lebih besar diperbandingkan Oksigen (O2), karenanya N2 dapat mencegah terjadinya kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban. Selain itu Nitrogen aman dipakai karena tidak dapat terbakar, tidak beraroma, dan yakni komponen dari gas yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-hari.

Untuk membedakan mana ban yang di dalamnya berisi gas lazim dan yang berisi gas N2, lazimnya disepakati dengan memakai tutup pentil (ventil) berwarna Hijau bertuliskan N2 untuk ban yang diisi gas N2.

Keuntungan memakai N2 sebagai gas pengisi ban
1. Tekanan ban terjaga lebih lama (menjadi lebih jarang mengisi ulang)
2. Energi cengkram dan daya kerja ban menjadi optimal (dampak grip yang bagus, tekanan yang tidak berkurang)
3. Menghemat BBM (tekanan pas, meringankan kerja mesin)
4. Memperpanjang usia pakai ban (tekanan pas, habisnya ban akan merata)
5. Meningkatkan keselamatan (tekanan pas, grip dan stabilitas terjaga)
6. Tidak terjadi oksidasi pada karet ban (memperpanjang usia elastisitas karet ban)
7. Tidak membantu menimbulkan karat (aman bagi komponen besi)
8. Tekanan ban yang stabil terhadap suhu ban (mengurangi kecelakaan dampak pecah ban – overpressure)

N2 sendiri telah dipakai secara khusus dulu di arena balap, pesawat terbang dan kendaraan berat khusus, sebelum dikenalkan ke publik untuk dipakai di kendaraan sehari-hari kendaraan beroda empat ataupun motor.

Kelemahan gas Nitrogen (N2) sebagai gas pengisi ban.
1. Harga yang masih mahal
Biasanya berkisar sekitar 10ribu hingga 20ribu rupiah untuk tiap-tiap ban. Belum lagi ada tambahan tarif apabila sebelumnya gas pengisi ban hal yang demikian bukan N2, karena semestinya dikuras secara khusus dulu untuk kemudian diisi gas N2. Biaya kuras berkisar sekitar 5ribu – 10ribu rupiah.

2. Perawatan
Setiap-tiap-tiap kali ban telah terisi oleh N2, karenanya selanjutnya apabila tekanan berkurang, benar-benar direkomendasikan untuk menambahkannya dengan N2 juga.

3. Ketersediaan
Belum banyak bengkel ban yang menyediakan jasa pengisian N2.

NOTE:
Seandainya tekanan N2 berkurang dan tidak ditemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, kita dapat menambahkannya dengan gas / angin ban seperti lazim yang gampang dijumpai di tepi jalan, sebagai langkah darurat. Namun apabila kita telah dapat menemukan bengkel yang menyediakan pengisian N2, sebaiknya ban hal yang demikian kembali dikuras ulang untuk diisi kembali dengan gas N2 murni.

Similar Posts:

Related Post