Isi Oli Sesuai Anjuran

Peranan Oli betul-betul penting bagi mesin, secara khusus untuk mesin motor ataupun kendaraan beroda empat. Namun bila tidak layak dengan anjuran produsen mesin hal yang demikian, tentunya akan mendatangkan permasalahan bagi mesin itu sendiri. Banyak kasus teman-teman yang mengisi oli motor melebihi batas optimal dari yang direkomendasikan, juga banyak teman-teman motoris yang mengisi oli mesin kendaraan beroda empat ke dalam mesin motornya. Wah, wah.. semoga tidak terjadi pada mesin motor ataupun kendaraan beroda empat kita ya.

Pada mesin kendaraan beroda empat dan motor disediakan alat untuk menilai kapasitas oli yang ada di mesin, sering disebut dengan Dipstick Oil. Pada Dipstick Oil hal yang demikian ada petunjuk High/Full dan Low/Add.

Pada gambar di atas diterangkan bahwa bila ketinggian oli berada diantara batas Maksimal dan Minimal, karenanya kapasitas oli dalam mesin bisa dikatakan berada dalam keadaan NORMAL. Sekiranya berlebihan, langsung dikurangi (dibuang melalui Oil Drain). Sekiranya kurang, langsung ditambahkan dengan oli yang sama jenisnya dengan oli yang ada di dalam mesin.

Kenapa tidak dibetulkan mengisi oli melebihi batas Maksimal?

Seluruh produsen mesin motor ataupun kendaraan beroda empat melarang kita untuk mengisi oli melebihi batas optimal, karena akan berimbas buruk pada mesin. Seperti apakah kaprah-kaprah akibat buruknya?

  1. Sekiranya kapasitas oli berlebihan, karenanya putaran poros engkol / crankshaft akan menyentuh genangan oli yang ada di bak karter, sehingga membikin oli menjadi berbusa yang berisi udara/gas. Selain ini bisa menimbulkan oli menjadi lebih kencang panas / overheat, beroksidasi dan kehilangan tekanan oli (loss of oil pressure).
  2. Oli yang berbusa sukar untuk dipompa oleh pompa oli sehingga bagian mesin yang wajib menerima pelumasan menjadi kering, dan akan rusak / macet.
  3. Umumnya itu, oli yang berbusa akan membikin tekanan gas yang berlebihan di dalam ruang mesin, sehingga melalui trek peredaran (PCV) akan terdorong (blow by gas) ke saringan udara. Sebab saringan udara menjadi berair oli.
  4. Motor dengan karburator, akan banyak ditemukan lapisan tipis oli, lebih parah akan menyumbat trek-trek dan needle valve (float valve) yang ada di karburator hal yang demikian.
  5. Tekanan udara dari oli yang berbusa hal yang demikian, juga merembes keluar melalui seal-seal yang ada di mesin.

Pada mesin motor, pengisian oli yang berlebihan juga mengganggu plat kopling (clutch). Sekiranya plat kopling menjadi terendam oli, sehingga terlalu banyak oli yang membasahi plat kopling hal yang demikian dan menjadi Slip. Normalnya, oli akan terlempar dengan sendirinya oleh putaran plat kopling (clutch) hal yang demikian. Sekiranya plat kopling slip, karenanya akan mengurangi umur pakainya, kehilangan daya dan pemborosan bensin.
Nah, jadi jelas sekarang, kenapa produsen mesin motor ataupun kendaraan beroda empat mengendalikan jumlah oli yang boleh dimasukkan ke dalam mesin. Kelebihan dan kekurangan merupakan tidak bagus buat mesin.

Jangan kelebihan isi oli dong ya…

Bisakah oli mesin kendaraan beroda empat diaplikasikan di mesin motor?

Kenapa dibilang semua pabrik oli akan berkata TIDAK DIANJURKAN. Kenapa demikian?

Oli mesin motor bisa dibilang lebih rumit spesifikasi dan karakteristiknya daripada oli mesin kendaraan beroda empat.

Oli pada mesin kendaraan beroda empat dirancang untuk melumasi Bushing dan Bearing ataupun pergerakan piston saja. Jadi pada mesin kendaraan beroda empat, dibutuhkan oli yang licin dan cakap membikin lapisan tipis untuk melumasi bagian-bagian yang bergesekan tadi. Menurut oli mesin kendaraan beroda empat ditambahkan aditif Friction-Modifiers untuk memperkecil pergesekan.

Apa walhasil bila oli licin tadi diaplikasikan di mesin motor? Tentunya untuk mesin motor yang memakai kopling berair (wet clutch), akan membikin kopling menjadi slip karena licin.

Jadi, kopling berair mesin motor membutuhkan oli yang tidak licin sehingga kopling bisa tetap ‘gigit’, tidak kehilangan daya. Dengan kata lain, pada oli mesin motor, tidak boleh ada Friction Modifiers (Menurut standard JASO MA), atau ada sedikit Friction Modifiers (Menurut standard JASO MB).

Viskositas (keenceran) Oli akan rusak oleh roda gigi. Menurut roda gigi transmisi mesin motor menyatu dengan mesin motor itu sendiri, sehingga oli akan membasahi roda-roda gigi tadi. Untuk itu oli motor dirancang untuk bendung terhadap ‘perasan’ roda-roda gigi transmisi supaya viskositasnya tidak rusak.

Sementara untuk mesin kendaraan beroda empat, roda-roda gigi transmisi berada pada bagian terpisah, dan dilumasi khusus oleh oli transmisi.

Banyak ditemukan di toko kelengkapan motor menjual oli yang hakekatnya untuk mesin kendaraan beroda empat. Wah wah.. buat konsumen tentunya bikin keder…

Biar mudahnya… oli untuk mesin motor, pastikan ada tertulis 4T yang diaplikasikan untuk mesin motor ragam 4 tidak ataupun mesin motor 2 tidak.
(Oli samping motor 2 tidak bertuliskan kode 2T, bukan untuk dimasukkan ke ruang mesin).

Sementara, bila oli mesin kendaraan beroda empat, umumnya langsung tertulis angka viskositasnya secara jelas, semisal 10W40, 5W30, 20W50, dst..

Umumnya itu, pastikan untuk motor dengan cara Kopling (Wet Clutch System) memakai oli mesin motor yang mencantumkan standard JASO MA (untuk kebanyakan motor di Indonesia membutuhkan standard JASO MA, umumnya motor Jepang atau Asia).

Jangan salah isi oli dong ya…

RINGKASAN:

Biar lebih jelas lagi..

1. Oli Mesin kendaraan beroda empat, ada kandungan Friction-Modifiers yang membikin oli betul-betul licin, dan membikin lapisan film pada metal yang bergesekan, supaya licin / sedikit pergesekan.

2. Oli Mesin Motor dengan Standard JASO MA, TIDAK ADA kandungan Friction-Modifiers, sehingga kopling berair tidak slip.

3. Oli Mesin Motor dengan Standard JASO MB, ADA ditambahkan sedikit kandungan Friction-Modifiers, melainkan ditujukan untuk mesin2 motor yang Advance Wet Clutch (kopling berair yang khusus). Masih sedikit sekali motor yang memakai oli dengan standard JASO MB.

Similar Posts:

Tags: