Pengaruh Harga Barang Terhadap Otomotif

Pada tahun 2020, kita semua pastinya kaget akan betapa rendahnya mata uang jika dibandingkan dengan dollar. Nilai tukar mata uang satu ini menembus sekitar angka Rp. 15.697 pada hari 10 April 2020 ini. Tentunya, inflasi yang tinggi juga akan membuat harga biaya sembako semakin mahal untuk warga-warga Indonesia. Dengan semakin naiknya inflasi, tentu saja nilai harga barang pokok ini juga akan memberikan pengaruh terhadap bidang otomotif Indonesia.

Akhir-akhir ini, PT. Honda Prospect Motor (HPM) sudah mengeluarkan berbagai program penjualan yang baru, untuk mengantisipasi tingginya tekanan dan laju inflasi nasional. Salah satu Direktur Inovasi Bisnis, Penjualan, dan Pemasarannya, Yusak Billy, mengatakan bahwa mereka masih akan terus memantau perkembangan data tingkat inflasi di Indonesia.

“Kami tentu akan memonitor terus perkembangannya dan juga akan menyiapkan program-program penjualan yang dapat memudahkan dan meringankan konsumen untuk memiliki perusahaan,” kata Yusak kepada Bisnis.com.

TETAPI SEBENARNYA APAKAH INFLASI MEMPUNYAI KONEKSI DENGAN PENGARUH HARGA BARANG TERHADAP OTOMOTIF?

Jika Nilai Tukar Dollar Melemah
Pasar (otomotif) akan menetap tetapi nilai daya tarik membeli sebuah barang akan melemah.
Hal ini dikarenakan jika harga barang atau sembako naik, tentu saja kebanyakan orang tidak ingin merogoh kantongnya lagi untuk membeli sebuah kendaraan ataupun alat-alat otomotif. Inilah alasan utama mengapa harga barang memberikan pengaruh terhadap otomotif.

Sejumlah merek ternama mulai mengoreksi harga. Tetapi, masih ada beberapa produk juga yang masih bertahan dengan harga lama. Tentunya hal ini dikarenakan tiap produk mempunyai daya tahan yang berbeda-beda.

Harga bahan baku seperti baja juga akan terus naik apalagi sebagian besar bahan baku didatangkan dari luar negeri (impor) yang juga akan berdampak ke harga jual otomotif.

Sparepart motor menjadi salah satu komponen yang paling terkena dampak di bidang otomotif.
Beberapa PT mengaku bahwa beberapa harga sparepart yang mereka punya akan memiliki harga yang lebih tinggi. Tetapi tentunya, mereka akan selalu memantau evaluasi pertukaran rupiah dari masa ke masa.

Industri otomotif selalu mewaspadai dampak perang dagang.
Menurut Wikipedia, arti dari perang dagang adalah konflik ekonomi yang terjadi ketika suatu negara memberlakukan atau meningkatkan tarif atau hambatan perdagangan lainnya sebagai balasan terhadap hambatan perdagangan yang ditetapkan oleh pihak yang lain.

Buktinya salah satu perusahaan ternama di bidang otomotif, selalu mendapatkan dampak dari nilai tukar rupiah dan dollar Amerika Serikat (AS) karena bisa memicu harga jual barang-barang otomotif mereka.

Kalau terjadinya perang dagang, otomatis industri padat karya terkena dampak gagal ekspor maka akan ada pengaruh yang terjadi secara tidak langsung terhadap bidang otomotif.

Bila banyak industri padat karya yang berhenti produksi, maka akan sangat berdampak dan kalau ada karyawan yang berhenti bekerja maka akan berkurang daya belinya.

Barang atau produk-produk lainnya akan mempunyai nilai jual yang lebih tinggi dari biasanya
Hal ini dikarenakan banyak komponen otomotif yang dibutuhkan menggunakan dollar Amerika Serikat. Kalau dolar meningkat pastinya akan sangat mempengaruhi harga penjualan barang atau produk-produk lainnya di pasar.

Nah, jadi itu dia mengapa harga barang juga mempunyai pengaruh terhadap otomotif. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kalian yang sedang mencari lebih lanjut dampak inflasi terhadap bidang otomotif ya!

Similar Posts:

Related Post

Gas Pengisi BanGas Pengisi Ban

Ban yakni komponen penting pada kendaraan. Saja kendaraannya (kendaraan beroda empat, motor, sepeda, angkutan lazim, truk, dan sebagainya) tekanan gas (angin) dalam ban perlu dipandang supaya daya kerja (grip/tenaga cengkram)